Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

5 Hal Anti Mainstream di Perpustakaan [Part 1]

28 Mei 2016
19:47:22 WIB

Di zaman yang makin berkembang, mau nggak mau perpustakaan pun harus berkembang. Melakukan inovasi yang mengikuti kebutuhan pemustakanya.

Beikut adalah hal-hal yang tabu dilakukan di perpustakaan, tapi bisa diterapkan di perpustakaan untuk menarik minat pemustaka betah di perpustakaan.

1. Boleh Meminjam Buku Referensi

Kenapa boleh? Dulu saya pikir, buku-buku referensi ini kan mahal-mahal, bahkan ada yang harganya selangit. Sayang banget kalo nggak dibaca isinya. Untuk pemustaka yang berlabel anak sekolah, hanya punya waktu terbatas untuk datang ke perpustakaan. Nah, buku referensi yang hanya bisa di perpustakaan pasti jarang banget yang baca. Saya pun berpikiran, kenapa buku-buku ini tidak dipinjamkan seperti buku sirkulasi? Meski dengan batasan waktu, buku referensi bisa dipinjam tapi tak waktu pinjamnya berbeda dengan buku sirkulasi yang lebih lama jangka pinjamnya. Di tahun kedua bekerja di perpustakaan sekolah, saya menerapkan bahwa buku referensi boleh dipinjam kecuali bukunya yang benar-benar mahal banget atau yang ekemplarya cuma satu. Buku-buku referensi yang boleh dipinjam meliputi kamus, ensiklopedia atau beberapa buku bantal tapi eksemplarnya lebih dari tiga. Hasilnya? Banyak sekali yang meminjam kamus untuk belajar di kelas ataupun ensiklopedia yang dibaca di rumah karena biasanya gambarnya menarik jadi bacanya lebih lama. Bukankah lebih baik buku lecek karena banyak dibaca daripada rapi manis tapi nantinya rusak juga karena termakan rayap di dalam rak?

2. Boleh Makan dan Minum

Untuk pemustaka yang ukurannya adalah anak-anak sekolah biasanya sedang masa-masa pertumbuhan yang artinya cepat lapar. Nah, kenapa tidak memperbolehkan mereka makan dan minum di perpustakaan? Asal bukan makan berat. Makanan yang diperbolehkan adalah makanan ringan seperti camilan dan tidak berbau menyengat. Begitu juga minuman. Pemustaka yang membawa camilan tentunya akan lebih betah di perpustakaan karena mereka tidak perlu mondar-mandir ke kantin jika lapang menyerang. Takut bukunya kotor? Mereka sudah diperbolehkan makan dan minum, pasti mereka juga mikir kalo bukunya kotor bakal nggak dipercaya lagi.

3. Boleh Bawa Tas

Sama halnya dengan poin kedua. Dari awal bekerja, saya memperbolehkan setiap pemustaka membawa tasnya masuk ke perpustakaan. Selain keterbatasan tenaga di perpustakaan, memang lebih efektif jika pemustakanya membawa tasnya. Jadi ketika mereka mengerjakan tugas, tidak perlu bolak-balik ambil tas hanya untuk mengambil alat tulis, handphone, laptop dan sebagainya. Nggak khawatir buku hilang karena dimasukkan ke tas? Bukunya aja dipinjamkan gratis, buat apa dicuri?

4. Boleh Berisik

Di zaman sekarang, perpustakaan bukan lagi tempat senyap yang kesannya mistis dan dingin. Perpustakaan masa kini bukan lagi sekumpulan ribuan buku-buku yang berjejer rapi di rak, tapi juga menjadi tempat diskusi pemustaka. Jadi, biarkan mereka 'berisik' untuk berdiskusi. Bukan zamannya lagi di perpustakaan nggak boleh ada suara. Bahkan saya pun mengalihkan TV yang jarang nyala untuk menyetel radio yang isinya lagu-lagu kekinian. 

5. Boleh mainan

Salah satu hal yang sering terlupakan dari fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat rekreasi. Ya, perpustakaan bisa menjadi tempat pelepas lelah. Di sekolah, para siswa pasti sudah penat dengan rutinitas belajar di kelas. Kenapa perpustakaan tidak dijadikan alternatif tempat hiburan di sekolah, daripada mereka nongkrong nggak jelas di kantin sekolah? Nah, di perpustakaan bisa menyediakan berbagai permainan yang melatih otak, kesabaran dan kejelian seperti catur, scrabble, sudoko, dan uno stacko.

Ditulis oleh:

Luckty Giyan Sukarno

Pustakawan SMA Negeri 2 Metro

Share



0 Komentar

    Form Komentar

    Google Search

    Agenda

    'Sekilas tentang SLIMS dan SLIMS Community Meet Up (SLIMS ...'

    Artikel Terpopuler

    Seperti yang pernah saya jelaskan di tahun sebelumnya, tiga bulan
    Sejujurnya, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, semangat

    Berita Terpopuler

    Ini adalah SLIMS Meet Up yang keempat. Tahun ini diadakan di
    Alhamdulillah dari 70-an Lapak Baca yang

    Video Terpopuler

    Ada puluhan murid yang diceritakan dalam buku ini. Setiap anak
    Film pendek ini diadaptasi dari novel Time After Time yang ditulis

    twtitter Perpustakaan SMA N 2 Metro

    Banner

    //