Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

Kegiatan Promosi Perpustakaan Melalui Media Sosial

24 Agustus 2016
08:36:54 WIB

Menurut Undang-undang Perpustakaan No. 43 tahun 2007 pasal 3 menyebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Di pasal 4 juga disebutkan bahwa perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian di pasal 23 yang membahas khusus tentang perpustakaan sekolah/ madrasah disebutkan di ayat 4 bahwa perpustakaan sekolah/ madrasah melayani peserta didik pendidik kesetaraan yang dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan. Serta di ayat 5 masih di pasal yang sama disebutkan bahwa perpustakaan sekolah/ madrasah mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Promosi perpustakaan adalah aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi jenis layanan, dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pemakai perpustakaan secara lebih terperinci, tujuan promosi perpustakaan adalah memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai, mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan semaksimalnya dan menambah jumlah orang yang membaca dan memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan kepada masyarakat.

            Perpustakaan sekolah dituntut mandiri, tidak hanya bergantung kepada sekolah karena harus terbagi dengan sarana yang lain. Oleh karena itu diperlukan upaya lain untuk mengembangkan dan memajukan perpustakaan dengan cara promosi melalui media sosial yang nantinya tidak hanya mengenalkan perpustakaan bagi pemustaka/ peserta didik tapi juga kepada pihak luar seperti penulis maupun penerbit untuk bekerjasama dalam bentuk bedah buku, workshop menulis ataupun menyumbangkan buku untuk perpustakaan.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Nielsen, untuk tahun 2014 saja pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 71 juta pengguna. Sebanyak 41 juta diantaranya mengakses menggunakan smartphone dan 70 juta mengakses media sosial seperti facebook, twitter, dan sebagainya. Dari jumlah yang cukup banyak tersebut, promosi perpustakaan melalui media  sosial merupakan salah satu yang paling tepat dan cepat. Setidaknya ada tiga keunggulan jika perpustakaan melakukan promosi dengan memanfaatkan media sosial. Pertama, media sosial mudah dilakukan karena hanya dalam hitungan menit akun yang sudah dibuat bisa langsung digunakan untuk promosi. Kedua, media sosial tak perlu modal besar. Untuk membuat sebuah akun di media sosial yang kita perlukan hanyalah kuota internet setiap bulannya. Ketiga, media sosial lebih cepat dikenal. Perpustakaan harus menyuguhkan dengan konten yang menarik melalui gambar maupun tulisan.

Pemasaran adalah penganalisisan, perencanaan, penerapan dan pengawasan program agar terjadi pertukaran nilai dengan pasar yang ditargetkan demi tujuan organisasi. Promosi adalah pelayanan mengenalkan seluruh aktivitas yang ada di perpustakaan agar diketahui oleh khalayak umum. Promosi perpustakaan pada dasarnya merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk siswa dan guru untuk berekreasi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Hasil dari promosi adalah tumbuhnya kesadaran sampai tindakan untuk memanfaatkanya.

Menurut Sam Decker, pengertian media sosial adalah konten dan interaksi digital yang dibuat oleh dan antara orang yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan menurut Chris Garret, pengertian media sosial adalah alat, jasa, dan komunikasi yang memfasilitasi hubungan antar orang satu dengan yang lain serta memiliki kepentingan atau ketertarikan yang sama.

 

Jenis kegiatan promosi perpustakaan melalui media sosial yang dilakukan, diantaranya sebagai berikut;

 

1)      Membuat akun media sosial khusus untuk perpustakaan sekolah melalui facebook, twitter, youtube dan website.

2)      Membuat Klub Baca yang nantinya akan menarik minat penerbit ataupun penulis untuk bekerjasama, bedah buku misalnya. Hal ini bertujuan meningkatkan minat baca.

3)      Pemberian reward atau penghargaan bagi pemustaka yang dipilih setiap bulan. Nantinya foto mereka akan dipajang di mading dan website perpustakaan sekolah.

4)      Penulisan resensi buku via blog terutama buku fiksi. Resensi buku tersebut nantinya akan menarik pemustaka/ siswa untuk mengetahui lebih lanjut isi sebuah buku.

5)      Mengadakan berbagai lomba yang erat dengan keseharian pemustaka/ siswa, salah satunya adalah lomba selfie bersama buku atau bertema membaca/ perpustakaan.

6)      Mengadakan lomba menulis bertema membaca, perpustakaan, dan sekolah.

7)      Upload dokumentasi kegiatan perpustakaan meliputi foto maupun pembuatan film pendek bertema perpustakaan.

 

 


 

Ditulis oleh:

Luckty Giyan Sukarno

Pustakawan SMA Negeri 2 Metro

Share



0 Komentar

    Form Komentar

    Google Search

    Agenda

    'Sekilas tentang SLIMS dan SLIMS Community Meet Up (SLIMS ...'

    Artikel Terpopuler

    Seperti yang pernah saya jelaskan di tahun sebelumnya, tiga bulan
    Sejujurnya, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, semangat

    Berita Terpopuler

    Ini adalah SLIMS Meet Up yang keempat. Tahun ini diadakan di
    Alhamdulillah dari 70-an Lapak Baca yang

    Video Terpopuler

    Film pendek ini diadaptasi dari novel Time After Time yang ditulis
    Ada puluhan murid yang diceritakan dalam buku ini. Setiap anak

    twtitter Perpustakaan SMA N 2 Metro

    Banner

    //