Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

Label Pustakawan 2012

31 Oktober 2015
08:10:33 WIB

Google can bring you back 100,000 answers, a librarian can bring you back the right one. Neil GaimanJANUARI. Semester baru, semester genap. Apakah perjuangan menjadi pustakawan sudah berakhir?! Belum… ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ. Saya pikir setelah bukunya 85% dibarcode saya bisa leyeh-leyeh…OMG…ternyata awal tahun udah ada ribuan buku pelajaran baru Dinas Kota yang menunggu diolah.

Mulai semester genap, disiplin murid dalam meminjam dan mengembalikan buku sudah 70% stabil. Kalau yang 30% itu memang susah. Yaaa.. wajarlah..namanya murid, banyak sifat, banyak tipe :p Disiplin berarti sama dengan minimnya uang denda. Udah jarang banget yang kena denda. Harus cari akal. Saya memohon sebuah permintaan kepada kepala sekolah. 

Karena sudah melihat perpustakaan yang berkembang pesat, kepala sekolah mengabulkan permintaan terakhir di tahun pelajaran ini. Saya minta sebuah komputer lagi. Bukan untuk saya, tapi untuk murid. Selama ini kelabakan melayani murid dalam hal pelayanan rujukan cepat. Saat mencari sebuah data untuk tugas sebuah pelajaran.

Padahal saya mengentri koleksi dan pelayanan jadi satu saja sudah bikin pusing, ditambah lagi muirdnya nanya tugas ini-itu yang gak ada di buku. Bapak kepala sekolah baik banget. Saya minta satu, dikasih tiga komputer sekaligus. Plus sebuah printer! ξ(´▽`)/ξ

2

 

Printer ini dijadikan pemasukan untuk perpustakaan. Meskipun uang denda sudah jarang, pemasukan tetap berjalan berkat murid-murid yang ngeprint tugas.  Ternyata responnya melebihi target. Dari pemasukan murid-murid yang ngeprint tugas, bisa buat langganan banyak majalah; Gaul, Idol, Teens, Story, Gadis, Kawanku, Aulia, Hidayah, Intisari, dan Trubus. 

 

Ada sebuah percakapan menggelitik di suatu siang:

“Bu, kok gak ada majalah buat cowok sih?”

“Kan kamu bisa baca Hidayah ama Trubus..”

“Yang khusus cowok, kayak majalah cewek-cewek ini..” sambil membolak-balik sebuah majalah cewek.

“Pantes ya cewek-cewek pada pinter, di majalah dikasih tips gimana bersahabat dengan mantan, cara mendapatkan cowok impian, apa penyebab jomblo….”

:D :D :D :D

3

 

Saya juga pernah ditegur guru. Tidak hanya sekali. Tetapi beberapa kali:

“Mbak, kok sekarang ada majalah kayak ginian?”. Guru tersebut menunjuk majalah-majalah remaja. Padahal ada Hidayah, Trubus dan Aulia juga loh… ;)

“Namanya juga remaja, Bu. Masak cuma di suruh baca Horizon aja?” jawab saya sambil nyengir :p

Ternyata, sekarang banyak juga guru yang pinjam majalah. Waktu saya buat empat bundel kliping resep masakan dari guntingan-guntingan koran, dibilang kurang kerjaan. Sekarang? Malah banyak banget yang pinjem buat praktek resep masakan itu, hehe.. Yup, salah satu fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat rekreasi. Gak melulu cuma buat serius belajar kan?! ;)

Gak cuma guru, satpam juga. Kalau yang ini awalnya saya gak tahu. Baru ngeh pas beliau nanya buku 100 Cerita Klasik yang dibacanya kemarin malam. Maklum, di malam hari perpustakaan sebagai tempat istirahatnya yang piket jaga malam hari. Beliau bilang, bukunya bagus buat bahan cerita kalo ngedongengin anaknya. Aahhh…ikut bahagia rasanya saat mendengar itu.

Selain bisa membeli majalah, pemasukan dari ngeprint bisa buat beli buku-buku fiksi ciamik kayak Manusia Setengah Salmon-nya Raditya Dika, Kening-nya Fitri Tropika, Unforgettable-nya Winna Efendi, dan lain-lain.

Dulu pernah janji ama murid, mau ngasih penghargaan buat pengunjung perpustakaan terbaik. Saya tepati janji itu. Perpustakaan hanya memberikan dua reward. Terpilihlah Candra Arianto kelas XI IPA 2 dan Miftahul Jannah Kelas X.3. Muridnya banyak yang mau, karena merasa rajin, hehe… (>.^)

 

4

 

Tiap bulan, biasanya ada pemeriksaan. Kadang dari Dinas Kota, Pustakardok, Dinas Provinsi, dan lain-lain. Kalau dulu saya suka cemas karena administrasi perpustakaan gak komplit, sekarang kalau ada pemeriksaan kapan saja, gak perlu khawatir. Semuanya sudah ada datanya lengkap. Ini berkat SLiMS :)

Bahkan di FEBRUARI kedatangan Walikota Metro dan Kepala Disdikbudpora sekaligus. Deg-degan banget waktu bapak walikota minta praktekkin langsung cara kerja pelayanan otomasi. Patut berbangga. Di Metro baru satu-satunya sekolah yang menggunakan sistem otomasi. Bahkan sekolah yang berlabel SBI yang dananya luar biasa, perpustakaannya masih manual. Pasca kunjungan walikota dan Kadis Disdikbudpora tempo hari, sekolah-sekolah lain disarankan mengikuti jejak sekolah kami.

MARET Tepat setahun lulus, ada dua mahasiswa D3 yang magang di perpustakaan. Bulan inilah saya bisa napas, karena ada dua bantuan tenaga.

APRIL. Kedatangan lagi berkardus-kardus buku. Padahal bulan ini sibuk-sibuknya mendata peminjaman buku kelas XII yang sebentar lagi lulus. Alhamdulillah, tahun ini murid-muridnya yang menyumbang buku cukup banyak. Murid-murid kelas XII sebagai syarat bebas perpustakaan diwajibkan menyumbang buku fiksi. Yang tidak perpanjang buku lebih dari seratus hari diwajibkan menyumbang kamus, hehe..

5

 

MEI adalah bulan yang istimewa bagi saya. Akhir Mei, saya mendapat surat panggilan bimtek di Bandung. Yang lebih surprise lagi adalah hari itu adalah bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Sungguh bahagia yang berlipat di mana saya bisa menginjakkan kaki (lagi) di Bandung. Dan yang lebih amazing lagi, saya bisa merasakan indahnya sebuah hotel mewah yang dulunya hanya bisa dinikmati dari luar saat masa-masa magang di Museum KAA. Rasanya kayak mimpi.. :D

 

6

 

Ada pengalaman yang sebenarnya bikin malu sih.. ( ʃ⌣ƪ) Biasanya saya ke Bandung hanya menggunakan jas bus. Tapi saya diketawain bapak-bapak guru di sekolah; “Oalah, mbak..mbak..wong gratis kok malah milih susah. Tinggal naik pesawat cepet nyampe.” 

Maklum, selain sebelumnya belum pernah naik pesawat (sungguh terlalu.. :p), waktu itu lagi hangat-hangatnya berita pesawat yang jatuh dan menewaskan banyak korban. Jelas bikin ketar-ketir donk. Mungkin ini jalannya harus merasakan namanya naik pesawat. Tumben-tumbenan banget bus Pahala Kencana maupun Keramat Jati penuh semua. Gak kebagian tiket. Alhasil mau gak mau akhirnya naik pesawat adalah pilihan terakhir. Tegang? Sudah pasti.

Eyaaammpyunnn… sungguh norak sekali ya? Pas udah naik, eh ternyata biasa aja yaaa… beginilah kalau takut akan sesuatu sebelum mencobanya.. ( ʃ⌣ƪ)

Selama di Bandung ini ada banyak sekali ilmu yang didapat; bisa berkenalan dengan pustakawan (guru atau Tata Usaha yang merangkap menjadi pustakawan) di seluruh Indonesia. Beruntungnya, sekolah saya terpilih diantara 100 sekolah di Indonesia.

Ya, dilema perpustakaan sekolah selain minimnya buku-buku yang layak, juga minimnya tenaga perpustakaan yang khususnya putakawan. Bayangkan, dari 100 peserta hanya 13 yang asli pustakawan dan lulusan dari Jurusan Ilmu Perpustakaan. Benar-benar mahluk langka…. d(*⌣*)b

JUNI, harusnya libur seperti murid-murid. Tapi ternyata menjadi panitia Penerimaan Siswa Baru. Dan diminta Pustakardok untuk membantu Rumah Pintar di Yosomulyo yang menjadi perwakilan Kota Metro dalam lomba perpustakaan desa. Alhamdulillah, ternyata Rumah Pintar masuk tiga besar tingkat provinsi.

Selain itu, hal mengharukan yang terjadi di bulan ini adalah terbitnya buku tulisan murid-murid kelas XII yang baru saja lulus. Terima kasih untu Yunita (IPS 1), Alifia, Iluh, Puji, Ratna dan Via (IPA 2), serta Yogi (IPS 2) yang telah menorehkan pengalamannya selama di sekolah lewat buku ini:

7

 

JULI. Pergantian ajaran baru. Harusnya ada buku-buku dari Pemerintah Pusat. Tapi kami bersembilan, pustakawan dengan masing-masing sekolah yang berbeda, kompak menolak buku-buku tersebut. Mengapa? Buku-bukunya tidak sesuai kurikulum. Dari segi isi, baik guru maupun murid juga kurang nyaman dengan tatanan bahasanya yang kaku dan tidak menarik. Tidak ada di dunia ini yang namanya gratis. Begitupun dengan buku-buku tersebut. Dana transportasinya tidak sedikit. Kami sepakat, lebih baik anggarannya untuk yang lain. Karena masing-masing perpustakaan sekolah, memiliki kebutuhan yang lebih mendesak.

Ajaran baru berarti ada murid-murid baru. Jika tahun lalu mulai menggunakan barcode, tahun ini kartu perpustakaan otomatis menjadi kartus OSIS. Tiap murid sudah memiliki barcode masing-masing sesuai nomor induk siswa:

8

 

AGUSTUS kedatangan dua belas mahasiswa jurusan pendidikan yang PPL di sekolah selama dua bulan. Dan seperti mahasiswa yang PPL sebelumnya, mereka ditempatkan di perpustakaan sebagai basecamp-nya. Jujur saya menyukai kedua belas mahasiswa ini dibandingkan dengan mahasiswa yang PPL sebelumnya. Rajin, mereka datang sebelum saya. Pagi-pagi sudah menyapu ruangan, tugas yang biasanya saya lakukan setiap hari.

Bahkan jika saya kerepotan shelving buku ke rak, ada beberapa yang dengan sigap turut membantu. Kalau saya kelabakan menghadapi murid yang menanyakan tugas ataupun meminta bantuan saat masalah dengan printer, juga ada beberapa yang membantu menghadapi murid-murid ini.

Buku-buku yang di shelving ke rak setiap minggunya:

9

 

SEPTEMBER adalah bulan terberat yang harus dilalui di tahun ini. Kenapa? Saya musti meninggalkan sekolah selama sebulan untuk diklat Itu artinya perpustakaan akan saya tinggal. Udah cemas bagaimana nanti. Untungnya masih ada mahasiswa-mahasiswa yang PPL di sekolah,. setidaknya perpustakaan tidak terlalu terbelengkalai.

Diklat usai. OKTOBER datang. Saatnya membereskan pekerjaan yang tertunda. Alamaaakkk….perpus tanpa pustakawan itu ibarat taman tanpa bunga. Saya kembali berjibaku dengan buku, buku, dan buku. Printer sempat rusak. Komputer banyak virus. Buku-buku banyak yang lenyap tanpa jejak. Bayangkan buku-buku Harry Potter yang merupakan koleksi pribadi, hilang tak berbekas. Dan cuma bisa ikhlas. Mudah-mudahan kalau ada rejeki, saya mau membelinya lagi.. ;’)  Bahkan majalah dan tabloid banyak yang raib. Padahal itupun juga banyak koleksi pribadi. Alhasil saya sempat frustasi. Dan untuk sementara waktu, memberhentikan langganan majalah. Sempat sedih juga bahwa selama ini sudah susah payah jungkir balik merintis dari awal malah terbelengakalai gini. Saya gak bisa menyalahkan siapa-siapa. Dan ini memang sudah resiko jika meninggalkan selama sebulan.

Oya, waktu itu saya sudah berjanji kepada murid-murid untuk memberikan reward kembali. Kali ini agak berbeda. Jika dulu hanya dua, sekarang empat. Tiga untuk individu sebagai pengunjung terbaik, dan satu untuk kelas sebagai pengunjung terbaik.

10

Dipilihlah Febri Arianto dari XII IPA 4, Inayah Sari dari XII IPS 3, dan Siti Minatus Syarof dari XI IPA 4. 11

Dan pengunjung terbaik adalah kelas X.7, karena baik laki-laki maupun perempuan sangat rajin ke perpustakaan. Terlebih jika ada jam kosong, mereka rajin ke perpustakaan; ada yang memang nyari tugas di komputer, baca majalah, main scrabble, main catur, hot spot-an sekedar searching atau main game, nonton TV, atau sekedar leyeh-leyeh ngadem di ruang buku.

12
13
14

 

Kali ini juga masih aja banyak yang protes seperti dulu, karena dia merasa rajin tapi gak menang. Kalau dulu masih suka nguber-uber mereka buat ngisi daftar hadir di buku pengunjung, sekarang banyak juga yang tanpa disuruh, kalau masuk perpustakaan langsung nulis. Dengan alasan, biar dapet reward, gyahahahaa.. :p

Bapak Kepala Sekolah sungguh perhatian. Saya seringkali mengatakan bahwa selalu kekurangan buku-buku pelajaran Agama Islam, Sejarah dan Pkn. Akhirnya permintaan saya terwujud. Proposal di acc untuk pembelian buku-buku tersebut. Begitu datang, belum sempat diolah, sudah dibooking murid untuk dipinjam. Mungkin khawatir takut gak kebagian. Alhasil, begitu selesai dibarcode, langsung ludes dipinjam! (´⌣`ʃƪ)

15

 

NOVEMBER. Seperti Gemini pada umumnya, saya tipe pembosan. Baru genap setahun, saya gemas ingin ubah perpustakaan lagi Dulu sempat kepikiran, karya-karya murid saat pelajaran Seni Budaya bagus-bagus. Kenapa tidak dipajang di perpustakaan? Ahaaa..ternyata Bu Bernas, guru Seni Budaya pun berpikiran sama. Akhirnya dipilihlah beberapa karya murid untuk dipajang di perpustakaan. Ada kebanggaan tersendiri bagi murid yang karyanya dipajang. Yang gak dipajang protes, katanya punya mereka pun tak kalah bagus. Sabar ya, maklum perpustakaannya hanya ruangan kecil. Gak kuat menampung semua karya.. :D

16
17

 

Alhamdulillah, bulan ini mengantarkan Nova Nur Aziyah, XI IPA 4 juara 3 lomba Menulis Perjalanan yang diadakan FLP Lampung. Buku antologinya sebentar lagi terbit. Oya, dia sedang mempersiapkan tulisan untuk beberapa buku. Sungguh berpotensi.

Di penghujung DESEMBER. Sekolah sudah tidak aktif belajar karena sudah selesai Ujian Akhir Semester. Ternyataaaaa…perpus malah justru banjir murid yang sibuk remedi. Jadi yaaa..hampir 80% pada remedi semua. Alhasil banyak banget yang sibuk cari tugas, baik di buku maupun di komputer.

18

 

Bahkan dua minggu musti pulang sore. Itupun muridnya susah banget disuruh pulang. Biasanya yang ampe sore gini karena mau main game atau sekedar ngadem di selipan rak-rak buku sambil majalah. Ampe meriang gitu pas minggu terakhir. Ngedrop karena gak istirahat. Sampe gejala typus. Untung sakit cuma sebentar. Memang butuh stamina yang kuat untuk menjadi super librarian! ( ‘̀⌣’́)9

Beruntung sekali dengan keterbatasan kemampuan saya yang ala kadarnya, berhadapan dengan murid-murid unyu. Terkadang mereka membantu shelving buku ke rak, membantu nempel-nempel barcode atau labelling, nge-cap buku baru, terkadang rebutan buat pake komputer demi bunyi dari barcode buku yang keluar saat ada yang mengembalikan atau meminjam. Tidak hanya murid, bahkan kepala sekolah pun pengertian. Kepala sekolah mana yang turun tangan langsung membersihkan kaca dan pernah mengepel lantai perpustakaan. Terima kasih ya, pak.. :)

Perjalanan menuju perpustakaan yang layak masih sangat panjang. Dengan hanya mengeluh tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Tapi berbuat sebisa dan semampu kita, meskipun itu hanya kecil, akan terasa manfaatnya. Orang yang bahagia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

19
Share



0 Komentar

    Form Komentar

    Google Search

    Agenda

    'Sekilas tentang SLIMS dan SLIMS Community Meet Up (SLIMS ...'

    Artikel Terpopuler

    Seperti yang pernah saya jelaskan di tahun sebelumnya, tiga bulan
    Sejujurnya, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, semangat

    Berita Terpopuler

    Ini adalah SLIMS Meet Up yang keempat. Tahun ini diadakan di
    Alhamdulillah dari 70-an Lapak Baca yang

    Video Terpopuler

    Film pendek ini diadaptasi dari novel Time After Time yang ditulis
    Ada puluhan murid yang diceritakan dalam buku ini. Setiap anak

    twtitter Perpustakaan SMA N 2 Metro

    Banner

    //