Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

[Menulis Sinopsis Film] An Autumn

22 Desember 2015
04:35:07 WIB

Sebuah kehidupan yang di jalaninya, hanyalah sebuah kepura-puraan belaka. Apa yang terjadi di dalam hidupnya bagaikan sebuah permainan takdir, permainan dimana ia yang kalah, dimana ia yang dikalahkan oleh sesosok pemenang atas segalanya. Jika hidupnya hanyalah sebuah permainan, jika apapun yang ia lakukan pada akhirnya hanyalah kekalahhan yang ia dapatkan, lalu mengapa Tuhan menciptakannya? Tegakah Tuhan mempermainkannya? Tega sekali ia membuatnya seperti ini.. di hidupnya yang hanya sekali, bukankah tak adil jika ia diperlakukan seperti sebuah permainan? Atau apakah ia memang hanya diciptakan untuk menjadi permainan? Entahlah.

Setiap harinnya dia pergi memohon pada Tuhan, menjadi umat yang baik agar Tuhan mau mengubahnya, mau merubah segalanya, mau membuatnya hidup tanpa permainan ,yang sungguh membuatnya menderita. Disetiap langkahnya, disetiap ia memandang yang ia lihat hanyalah kegelapan. Dunia memang sudah gelap sejak dulu bukan? Atau sekali lagi hanya diakah yang melihat kegelapan? Dan lagi-lagi Tuhan menunjukan ketidakadilan terhadap dirinya. Mau bagaimana lagi, takdir dan ketetapan tak mengizinkannya untuk bahagia. Meski hanya sekali saja, ia juga ingin, merasakan hal seperti yang orang lain rasakan. Bukan hanya hinaan, bukan hanya cemoohan, bukan hanya penderitaan dan kegelapan. Suatu hari ia juga ingin, bisakan Tuhan?

Musim gugur ke-17 tahun, mempertemukannya dengan seorang.. seorang pemuda, ia sendiri tak yakin, benarkah ia seorang pemuda, mungkinkah hidupnya akan berubah seperti dongeng? Mungkinkah dongeng tentang pengeran yang menyelamatkan seorang gadis biasa itu adalah sebuah kenyataan? Jika benar, bolehkan sekali saja ia percaya bahwa Tuhan mungkin mengatur semua ini untuk memperbaiki takdirnya? Mungkinkah Tuhan akan marubahnya karna ia adalah umat yang baik?

Setiap hari pemuda itu bertanya padanya, inginkah ia melihat? Inginkah ia merasakan sejuknya udara di luar dinding kokoh ini? Dan apa jawabnya? Ia tak ingin, ia tak ingin melihat, ia tak ingin merasakan hembusan angin, jika ia harus kehilangan pemuda itu. Ia tak akan sanggup, meski harus hidup dengan melihat kegelapan seumur hidupnya, bukankah itu adalah hal yang baik? Dibandingkan hidup tanpa pemuda itu meski ia bisa melihat indahnya dunia, meski ia bisa merasakan hembusan udara menerpa kulitnya dan menyapu sebagian rambutnya. Saat ada sebuah kesempatan untuk merubah segalanya, mengapa ia lebih memilih mundur dan tetap diam? Mengapa ia lebih memilih hidupnya berada dalam kegelapan seumur hidupnya jika saat ini juga ia bisa merubah segalanya. Bolehkan ia egois sekali saja? Bolehkan ia memiliki keduanya? Leon-pemuda itu- dan takdir baiknya? Bolehkan ia egois sekali saja?

Saat musim gugur berganti dengan musim dingin, saat udara mampu menembus dinding kokoh yang melingkupinya, saat ia mampu merasakan hangatnya terpaan cahaya matahari, ia mulai merasakannya, merasakan hal yang tak seharusnya, sesuatu dalam dadanya, bergemuruh dan hendak meledak saat telinganya mendengar sebuah suara menyapanya, saat bibirnya diperintah untuk mengukir sebuah senyuman di wajahnya. Apakah ini sebuah penyakit? Apakah ada yang salah dengannya? Atau mungkin saja waktunya sudah tak akan lama lagi.

Saat ia sadar bahwa apa yang ia rasakan adalah rasa cinta, lagi-lagi Tuhan tak mengizinkannya untuk merasakan lebih dari itu. Seseorang yang ia cintai menghilang begitu saja, saat ada sebuah jalan lain yang membuatnya mampu melihat, saat Tuhan memberinya kesempatan untuk melihat kehidupan yang diciptakannya untuk seluruh makhluk, Leon menghilang, menghilang bersamaan dengan datangnya sebuah berita, berita tentang dirinya dan sebuah kutukan.

Kutukan yang ternyata datang sendiri dari pemuda itu, kutukan yang membuatnya menderita seumur hidup. Bukankah ini adalah sebuah kekejaman? Jadi apa gunanya pemuda itu datang dalam kehidupannya sedang ia melakukan sebuah kekejaman itu terhadap dirinya. Apa tujuan di baliknya? Apa yang sebenarnya ingin ia lakukan? Apakah pemuda itu ingin membuktikan bahwa kutukan itu berhasil? Lalu untuk apa ia berikan kebahagiaan, untuk apa ia berikan cahaya dalam hidupnya, untuk apa ia biarkan seorang gadis yang ia buat buta dapat melihat lagi dengan matanya? Kenapa? Itu juga yang gadis itu pikirkan sebelum ia ketahui semuanya, semua kenyataan yang terasa begitu menyesakkan, sebuah kenyataan yang.. dengan jujur ia katakan, lebih baik tak mengetahuinya seumur hidupnya, karna itu begitu menyesakkan.

Kutukan itu adalah sebuah penghianatan. Kutukan yang pemuda itu berikan kepada Grace adalah sebuah penghianatan. Penghianatan yang seseorang lakukan atas nama gadis itu. Gadis yag bahkan tak atu apa pun tentang penghianatan yang ibunya lakukan. Saat gadis dengan rambut hitam panjang itu menyadari, semua ini bukanlah permainan takdir, bukan permainan Tuhan yang sengaja membuatnya kalah dan menghancurkannya dengan begitu mudah. Ini semua adalah hukuman. Hukuman yang harus ia terima karna seseorang. Sebuah hukuman yang harus ia terima karna sebuah penghianatan yang seseorang lakukan.. kepada Leon, kakak kandungnya sendiri.

Sekarang ia mengerti, ia mengerti tentang segalanya. Tentang Leon yang begitu menaruh perhatian padanya, ia tau, untuk apa pemuda yang juga menjadi korban itu memberikan seluruh hidupnya pada Grace. Memberikan semua kenangan indah yang terekam dalam matanya untuk Grace.Itu karna dia adalah seorang kakak. Itu karna ia begitu menyayangi Grace. Tapi.. jika ia menyanyangi Grace mengapa mereka meninggalkannya sendirian?

Untuk adikku tersayang

Grace.. saat itu, ayah menikah dengan seorang wanita. Dia adalah ibuku. Bukan, dia bukan ibumu, dia hanya ibuku. Saat itu mereka terus berkelahi, ada sebuah masalah yang aku tak mengerti, ada sebuah masalah yang mereka tak membiarkanku membantu, ada sesuatu yang berusaha mereka sembunyikan dariku. Ayah menghamili seorang wanita. Dia ibumu. Ibuku marah, aku pun begitu. Aku bersumpah akan membuatmu melihat kegelapan seperti yang kulihat, meski aku mampu melihat segalanya, tapi semua keindahan itu terasa hampar untukku, dan aku bersumpah aku akan membuat hidupmu hambar sepertiku. Aku membuatmu buta. Aku menghancurkan keluargamu, mengurungmu dalam sebuah `sangkar` sebauah tempat yang pasti tak nyaman seperti sebuah sangkar yang sempit. Aku yang membuat hidupmu menderita.

Ya.. aku tau aku bodoh. Aku tau aku terlalu egois, aku tau kau membenciku sekarang. Tapi kau tak benar-benar mencintaiku bukan? Aku adalah kakak, bagaimanapun juga, aku adalah kakakmu. Meski kau tak ingin, tapi itu adalah ketetapan. Membuatmu menderita, aku sungguh minta maaf. Lihatlah matahari saat terbenam, kau akan melihatku disana, aku selalu memperhatikanmu. Dari surga yang tak pantas untuk pria brengsek sepertiku.

Leon

Kakakmu yang bodoh

Author : Ferdina Anggraini

Sinopsis An Autumn

Share



0 Komentar

    Form Komentar

    Google Search

    Agenda

    'Sekilas tentang SLIMS dan SLIMS Community Meet Up (SLIMS ...'

    Artikel Terpopuler

    Seperti yang pernah saya jelaskan di tahun sebelumnya, tiga bulan
    Sejujurnya, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, semangat

    Berita Terpopuler

    Ini adalah SLIMS Meet Up yang keempat. Tahun ini diadakan di
    Alhamdulillah dari 70-an Lapak Baca yang

    Video Terpopuler

    Film pendek ini diadaptasi dari novel Time After Time yang ditulis
    Ada puluhan murid yang diceritakan dalam buku ini. Setiap anak

    twtitter Perpustakaan SMA N 2 Metro

    Banner

    //