Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

Menumbuh Kembangkan Minat Menulis Melalui Resensi Buku

31 Oktober 2015
09:58:12 WIB

Ini adalah rangkuman materi yang disajikan dalam Seminar Perpustakaan: “Librarian Move On; Profesional, Kreatif & Inovatif” pada tanggal 12-13 September 2015 di Perpustakaan SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Di awal seminar, ketika saya menanyakan apakah di sini ada yang habis menonton film/ drama, ada Mbak-mbak peserta yang mengakat tangan, kemudian menceritakan sedikit potongan isi drama Korea yang kita tonton. Kemudian ada peserta Mbak-mbak kedua yang baru saja membaca sebuah dongeng anak-anak yang menarik. Pada dasarnya semua orang bisa menulis resensi kan?

Nah, bagaimana sebuah resensi, khususnya resensi buku dapat menarik pembaca untuk membeli atau membaca bukunya? Ada tahapan-tahapan yang perlu kita gali.

Pertama kita perlu cari tahu apa tujuan dari meresensi tersebut. Poin pertama dari tujuan meresensi buku adalah memberikan informasi tentang sebuah buku baik kekurangan maupun kelebihan sebuah buku. Meski begitu, kita tidak menjelaskan isi buku secara gamblang, apalagi sampai membocorkan ending sebuah buku. Wah, itu mah namanya sop iler eh spoiler x)) Poin kedua adalah dari resensi yang kita tulis, mengajak pembaca untuk mendiskusikan buku tersebut lebih lanjut. Misalnya membahas tema menarik yang diselipkan dalam buku tersebut. Kemudian poin ketiga adalah bisa memberikan gambaran kepada pembaca bahwa buku tersebut menarik atau tidak untuk dibaca. Memberi rating buku bisa menjadi patokan nilai isi sebuah buku.

Kedua, tahapan paling awal yang perlu kita ketahui adalah menyebutkan unsur-unsur resensi. Poin pertama, buatlah judul yang menarik. Yang perlu kita ingat, sebuah judul haruslah mencakup isi sebuah buku. Poin kedua, menyusun data buku yang berupa judul buku, nama pengarang (penerjemah, penyunting, tata letak, dan sebagainya), penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ISBN juga bila perlu mencantumkan harga. Kemudian poin ketiga adalah membuat pembukaan. Pembukaan yang memikat tentunya akan menarik pembaca untuk membaca sebuah resensi lebih lanjut. Bisa memperkenalkan tentang pengarangnya atau bisa juga membandingkan dengan buku yang sejenis atau yang setipe temanya. Jika kita memaparkan kelemahan sebuah buku, jangan lupa seimbangkan dengan kelebihan sebuah buku.

Ketiga, tahapan penulisan sebuah resensi. Cara paling mudah adalah membaca buku tersebut secara tuntas. Cermati hal-hal yang menarik dalam buku dan menjadi modal bahan untuk menulis resensi. Bila perlu tandai hal-hal menarik tersebut, tapi jangan mencoret halaman karena akan

mengakibatkan kerusakan sebuah buku. Caranya, tulis saja di blocknotes atau sobekan kertas, dan kita tulis poin-poin yang menarik tersebut.

Ada banyak sekali manfaat dari meresensi sebuah buku. Pertama, sebagai bahan pertimbangan pembaca untuk memutuskan membeli atau membaca sebuah buku. Kedua, adanya nilai ekonomis. Seperti kita ketahui, ada banyak media massa yang memiliki rubrik ‘resensi buku’. Ini bisa menjadi lahan segar. Selain mendapatkan honor dari media massa tersebut, kita juga mendapatkan buku-buku gratis dari penerbit yang bukunya kita ulas. Jika kita merasa susah menembus media massa, langkah paling mudah adalah membuat blog, terutama blog khusus buku. Menulis resensi buku via blog lebih fleksibel dibandingkan menulis resensi di media massa. Menulis resensi via blog bisa ditulis sesuai ciri khas tulisan kita masing-masing. Banyak juga loh penerbit yang memberikan buku gratis untuk para blogger buku yang rutin menulis resensi via blog. Sekarang, ada sebuah komunitas untuk para blogger buku; http://blogbukuindonesia.com/

Mudah kan menulis resensi sebuah buku? Selamat mempraktekkan dan rasakan manfaatnya ;)

Oleh:

Luckty Giyan Sukarno, S. Sos/ @lucktygs http://luckty.wordpress.com

 

 

Share



0 Komentar

    Form Komentar

    Google Search

    Agenda

    'Sekilas tentang SLIMS dan SLIMS Community Meet Up (SLIMS ...'

    Artikel Terpopuler

    Seperti yang pernah saya jelaskan di tahun sebelumnya, tiga bulan
    Sejujurnya, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, semangat

    Berita Terpopuler

    Ini adalah SLIMS Meet Up yang keempat. Tahun ini diadakan di
    Alhamdulillah dari 70-an Lapak Baca yang

    Video Terpopuler

    Film pendek ini diadaptasi dari novel Time After Time yang ditulis
    Ada puluhan murid yang diceritakan dalam buku ini. Setiap anak

    twtitter Perpustakaan SMA N 2 Metro

    Banner

    //