Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

Time After Time Quotes

31 Oktober 2015
11:26:38 WIB

Rasa penasaran bisa membunuhmu. Rasa penasaran bisa menjungkirbalikkan hidupmu dalam sesaat saja. Tapi, hidupmu tidak akan lengkap sampai rasa penasaranmu tuntas. (hlm. 112)

LASJA KIRANA. Dia hanya memiliki sedikit kenangan tentang ibunya, Leila. Kebanyakan didapatnya dari cerita-cerita Ayah atau Bibi Dian. Ayah selalu mengatakan ibunya cantik dan cerdas, tetapi terus menolak menunjukkan foto Ibu. Menurut Ayah, semua benda kenangan tentang Ibu habis dalam peristiwa kebakaran 25 tahun lalu. Dengan begitu, Ayah tidak suka membahas Ibu. Hal itu memang sudah jadi rahasia umum dalam keluarga. Setiap kali berkumpul, tak pernah ada cerita meluncur tentang Ibu. Semua bungkam. Tidak hanya Ayah, tapi juga keluarganya. Seakan-akan duka yang dimiliki Ayah tak pernah surut, bahkan setelah puluhan tahun berlalu sejak kejadian itu.

“Pernah sampai di tempat yang berbeda dengan ingatanmu?” (hlm. 125)

“Apa ada hal yang ingin kamu ubah dari masa lalumu sehingga kamu butuh mesin waktu?” (hlm. 213)

Hingga suatu hari Ayah juga meninggal dunia dan masih menyisakan tanda tanya kehidupan Lasja selama ini. Terutama tentang Ibu. Setelah ayahnya pergi, Lasja memiliki tekanan batin. Rasa cinta kepada ayahnya begitu dalam menyisakan luka dalam dirinya karena harus kehilangan orang yang paling disayanginya sejak kecil. Hingga suatu hari Lasja menerima teror telepon dari seorang yang tak dikenal dan mengusik masa lalunya. Mengungkit perihal Ayah dan rahasia.

Ayah tak pernah berahasia dengan Lasja. Sejak ia kecil, ia hanya berdua bersama Ayah. Mereka saling kenal dan tahu dengan baik. Seperti Lasja yang tak pernah bisa berbohong kepada Ayah, Ayah begitu pun terhadap Lasja. Mereka sama-sama tahu kalau ada sesuatu yang saling disembunyikan.

“Kadang-kadang, aku berharap bisa menjadi langit biru agar abadi. Mengamati perubahan tanpa ikut berubah.”

“Bukankah itu akan membuatmu tertekan? Menjadi saksi mata tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong atau mengubah sesuatu?” (hlm. 156)

“Aku ingin jadi matahari. Tanpa matahari mahluk hidup akan mati. Tanpa aku, kamu tak akan menjadi biru.” (hlm. 157)

Pernahkah dalam hidupmu ketika timbul penyesalan dalam mengambil keputusan dan ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala sesuatu agar berjalan lancar seperti yang diinginkan? Lasja mengalami ini. Lasja akan terlempar ke masa lalu yang nantinya akan mengubah tidak hanya jalan hidupnya tapi juga keluarganya.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Pada akhirnya, apa yang dimiliki hanya kenangan. (hlm. 1)
  2. Orang-orang yang cinta selalu menebarkan perasaan hangat saat berada di dekat mereka. (hlm. 20)
  3. Begitulah hidup bekerja, kadang-kadang banyak kebetulan yang tak bisa dijelaskan. (hlm. 20)
  4. Betapa hidup bisa berubah sekejapan mata saja. (hlm. 105)
  5. Jangan terlalu percaya kepada ingatanmu sendiri. (hlm. 126)
  6. Setiap pertemuan punya perpisahan. (hlm. 158)
  7. Rasanya semua pemakaman nggak akan mudah dilupakan. Detik-detik ketika berpisah dan nggak akan ketemu lagi. (hlm. 209)
  8. Kematian cuma perjalanan ke sisi kehidupan yang lain. (hlm. 211)
  9. Ketika cinta ada, tak perlu lagi ada yang ditakutkan. (hlm. 273)
  10. Hari yang buruk akan berlalu. Hari yang buruk akan lewat. Masa lalu punya tempat tersendiri, di belakang. (hlm. 278)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ngurusin bayi besar nggak akan lebih sulit dari bayi beneran, kan? (hlm. 24)
  2. Ingatan anak kecil tak bisa dipercaya. Mereka selalu bisa melihat apa yang orang-orang dewasa nggak bisa lihat. (hlm. 39)
  3. Berteriak-teriak di depan kuburan memang bukan hal lazim. (hlm. 41)
  4. Hari yang buruk bisa dimulai kapan saja. (hlm. 55)
  5. Terjebak di masa lalu ternyata berkali-kali lipat lebih buruk daripada patah hati. (hlm. 92)
  6. Move on itu cuma gampang saat dikatakan, sulit untuk dilakukan, bahkan dalam keadaan terpaksa. (hlm. 106)
  7. Cinta bisa membuat tindakan apa pun menjadi terasa benar. (hlm. 119)
  8. Dunia ternyata sederhana. Orang-orang sering merupakan cermin dari diri sendiri. Hanya saja kadang seseorang terlalu buta untuk menatap. (hlm. 121)
  9. Ingatan bisa terluka. Ingatan bisa mudah dimodifikasi. Ingatan itu sesuatu yang pribadi. Bila saja kita melihat tempat yang sama, tapi yang kita catat dalam kepala berbeda. (hlm. 125)
  10. Es krim bisa membuat perasaanmu lebih baik. Atau lebih buruk karena memikirkan berapa banyak kalori yang dikonsumsi. (hlm. 144)
  11. Itu manusiawi. Menginginkan orang lain tergantung kepadamu. (hlm. 157)
  12. Siapa yang bisa memaksakan cinta? Lebih baik menyerah dibanding menderita, kan? (hlm. 217)
  13. Kamu pikir, maaf itu akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi? (hlm. 230)
  14. Pastilah menyakitkan menanti sepanjang waktu. (hlm. 268)
  15. Kadang apa yang kita inginkan justru datang setelah berhenti mencarinya. (hlm. 269)

Novel ini merupakan rangkaian SERI TIME TRAVELER dari GagasMedia. Mengambil setting kota Surabaya di masa lampau. Untuk melewati lintas waktu yang harus menggunakan media kompas.

Penulisnya kaya pengetahuan akan buku dan film, terlihat dari banyak sekali menyelipkan judul buku di halaman 16, 63, 76, 147, 213, 215 dan judul film di halaman 4, 58, 124, 128, 147, 150, 212, 215.

Oya, suka tokoh Lendra yang hobi mengoleksi buku. Cek saja di halaman 241. Pantas saja, Tami, teman Lasja yang juga hobi membaca ini jatuh hati pada Lendra. Terkadang seseorang merasa berjodoh dengan orang karena memiliki hobi atau minat yang sama. Padahal kenyataannya belum tentu kan?!? #PLAKK

Agak ganjil di halaman 41-42 ketika Lasja saat di pemakaman ayahnya. Semarah-marahnya anak, meski ayahnya sudah berwujud batu nisan, nggak mungkin kan anaknya bercakap-cakap dengan ayah dengan kata sapaan ‘aku-kamu’?!?

Cerita dalam novel ini bernuansa kelam. Tentang seseorang yang kehilangan orangtua. Tentang menguak rahasia masa lalu. Tentang melintasi waktu. Akan banyak kejutan-kejutan yang tak terduga di dalam novel ini yang terdiri tiga ruang waktu. Bacanya musti pelan-pelan agar kita tidak terlewatkan momen-momen yang nantinya akan menjadi kumpulan kepingan cerita dan membentuk puzzle kehidupan dari kisah Lasja ini.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Time After Time

Penulis                                 : Aditia Yudis

Editor                                    : Nico Rosady & Jia Effendie

Penyelaras aksara            : EnHa & Rayina

Desain Sampul                  : Ayu Widjaja

Penata letak                       : Erina Puspitasari

Penyelaras tata letak      : Putra Julianto

Penerbit                              : GagasMedia

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 280 hlm.

ISBN                                      : 979-780-789-4

Video Terkait:

Share



1 Komentar

    1 22 Januari 2017

    1

    Awal 1 Akhir

Form Komentar

Google Search

Agenda

'Sekilas tentang SLIMS dan SLIMS Community Meet Up (SLIMS ...'

Artikel Terpopuler

Sebenarnya untuk tahun 2016, tidak punya ekspetasi apa-apa untuk
Harusnya postingan ini ditulis akhir Juni, apalah daya nggak punya

Berita Terpopuler

Ada banyak sekali pekerjaan pustakawan yang rata-rata menguras

Video Terpopuler

Ada puluhan murid yang diceritakan dalam buku ini. Setiap anak
Film pendek ini diadaptasi dari novel Time After Time yang ditulis

twtitter Perpustakaan SMA N 2 Metro

Banner

//